Ponsel Kena Pajak, Apa Tanggapan Kominfo?

Advertisement

Galaxy S5
Ada wacana yang menyebut jika ponsel akan dikenakan pajak. Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah atau PPnBM. Demikian “pungli” yang dimaksud. Pajak tersebut akan menambah beban di tiap ponsel yang masuk ke Tanah Air sebesar 20 persen. Namun bukan sembaran ponsel melainkan smartphone yang tergolong “mewah”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melihat wacana ini mereka tidak dalam kapasitas menerima atau menolak. Namun sedianya hanya menfasilitasi saja. “Soal PPnBM, Kominfo tidak dalam kapasitas menerima atau menolak karena kami hanya memfasilitasi secara teknis, khususnya terkait dengan sertifikasinya,” demikian terang Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismain Cawidu.

Dengan sikap demikian maka Kominfo tidak berposisi di pihak manapun. Maka, rencana yang digulirkan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan itu belum tentu mendapat dukungan dari Kominfo.

Sementara itu, Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) dan para operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) lakukan resistensi. Bahkan, dalam satu kesempatan mereka menganggap jika niatan itu tidak eketif dan tepat.

Dalam pada itu, Kominfo justru menilai jika ide untuk menekan peredaran ponsel ilegal lewat PPnBM justru malah bagus. Akan tetapi langkah ini membutuhkan waktu dalam rangka sosialisasi.

(via detik)

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ponsel Kena Pajak, Apa Tanggapan Kominfo?

Advertisement

0 komentar:

Post a Comment